Bimbingan Teknis (Bimtek) Produktivitas

Respons: 0 komentar

Bertempat di Darajat Pass Garut, pimpinan LPK Famikom mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Produktivitas, diselenggarakan oleh Disnakertrans Kabupaten Sumedang. Acara dimulai hari Rabu dan Kamis, 10 - 11 Oktober 2018.

Acara pembukaan Bimtek Produktivitas dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang bapak Erwan Setiawan didampingi Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang bapak Dikdik Sadikin. Peserta pelatihan sebanyak 100 orang dari serikat karyawan dari berbagai perusahaan se-kabupaten Sumedang, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Hillsi. Saya sendiri mewakili Hillsi (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Sumedang.

Inti dari Bimtek ini adalah pentingnya produktivitas bagi karyawan. Materi yang sangat bagus disampaikan oleh bapak Asep Ridrid Kirana, seorang spiritual mind motivator level nasional. Beliau menyampaikan motivasi kepada peserta, berikut kutipannya. Membangun produktivitas kerja adalah dengan cara membangun MINDSET atau paradigma. Paradigma diartikan sebagai sebuah pandangan ataupun cara pandang yang digunakan untuk menilai dunia dan alam sekitarnya. Ada empat faktor yang mempengaruhi paradigma seseorang:

1. Paradigma orang tua yang sejak kecil sudah ditanamkan orang tua pada kita.
2. Paradigma pendidikan di sekolah, teman ataupun gurunya.
3. Lingkungan sosial.
4. Bacaan dan tontonan.

Paradigma yang tertanam di dalam diri kita, dan dibenarkan oleh lingkungan sekitar kita, dengan sendirinya lambat laun akan melekat dalam diri, menjadi tolok ukur kita dan melihatnya sebagai pendapat yang paling benar. Dan sangat sulit untuk menerima pendapat orang lain, yang memiliki paradigma yang berbeda. Meskipun paradigma itu cenderung menetap tetapi paradigma itu bisa berubah. Seringkali begitu orang mengetahui dan memahami tentang paradigmanya, maka dengan relatif mudah dia mampu merubahnya. Namun, ada paradigma yang sudah tertanam sejak kecil dan dipengaruhi oleh banyak orang disekitar kita, dan tertanam kuat dalam diri kita, bahkan telah menjadi kebiasaan kita, akan membutuhkan waktu untuk mengubahnya sampai menjadi kebiasaan baru.

Dalam bekerja, kita berperilaku dalam bekerja didorong oleh bagaimana paradigma kita terhadap pekerjaan yang kita lakukan.

1. Paradigma bekerja adalan beban

Sebagian beranggapan bahwa bekerja adalah beban berat yang harus dipikul. Indikasinya adalah adanya ungkapan "I don't like Monday - saya benci hari Senin", karena pada hari itu pertama dimulainya lagi aktivitas kerja setelah berlibur di akhir pekan. Indikasi tersebut menunjukkan bahwa orang tidak menyukai pekerjaan yang sedang dijalani. Dampaknya akan hilang motivasi dalam bekerja, akan menyebabkan hilangnya semangat kerja, munculnya rasa malas, enggan bekerja, putus asa, dan perasaan tidak menyenangkan lainnya serta tak jarang berujung pada keinginan seseorang untuk berhenti bekerja. Ditambah lagi perasaan kecewa, marah, dan frustasi pada lingkungan pekerjaan akan semakin membuat orang menjadi labil dalam mengambil keputusan yang dapat berdampak buruk pada diri sendiri.

2. Paradigma bekerja adalah untuk mencari uang

Kebanyakan orang memiliki cara pandang bahwa bekerja adalah hanya sekedar untuk mencari uang. Memang benar bahwa bekerja mencari uang untuk penghidupan merupakan sebuah keniscayaan, namun paradigma hidup hanya untuk mencari uang dapat berbahaya karena dengan cara pandang seperti itu dapat menghalalkan segala cara dalam pekerjaannya demi mendapatkan lebih banyak uang. Tak sedikit orang kemudian korupsi, mencuri, licik dalam pekerjaan semata-mata agar memperoleh uang. Tak sedikit juga kemudian orang lebih memilih profesi yang haram atau bekerja di tempat-tempat yang diharamkan karena profesi itu, misalkan di tempat maksiat atau menjalankan bisnis yang diharamkan. Paradigma bekerja hanya untuk mencari uang tidaklah memberikan motivasi yang kuat dalam bekerja, yang muncul adalah perilaku tidak mau mengeluarkan segala daya dan kemampuan hanya karena dirasakan banyarannya tidak sesuai, makan gaji buta, asal-asalan dalam bekerja dan lain-lain.

3. Paradigma bekerja adalah ibadah

Paradigma bekerja adalah ibadah artinya memiliki cara pandang bahwa bekerja adalah tidak semata-mata untuk memberikan manfaat fisik atau psikis, namun juga didorong oleh motivasi ibadah. Motovasi ibadah yaitu bahwa apa yang kita lakukan dalam rangka mencari kebermanfaatan yang baik di dunia dan akhirat. Apabila memaknai bekerja adalah ibadah sebagaimana menjalankan amanah Allah, bekerja lebih mengutamakan kualitas hasil, tidak bekerja asal-asalan, bekerja dengan sungguh-sungguh.

Firman Allah SWT:
"Dan katakanlah: " Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At-Taubah (9): 105).

Jika bekerja dimaknai sebagai ibadah maka kita akan bahagia dan tentram dalam berfikir, menampilkan diri, berkarya serta dalam menjalani kehidupan profesi maupun pribadi dan keluarga.

5 prinsip agar pekerjaan kita bernilai ibadah:

1. Dengan cara halal

Syarat pertama agar bernilai ibadah adalah memperhatikan kehalalannya. Halal dari segi pekerjaan dan cara menjalankannya. Pekerjaan yang haram meski niatnya mulia menafkahi keluarga dan membahagiakan istri dan anak yang disayangi, maka itu adalah maksiat kepada Allah dan akan mendatangkan murka-nya.

"Sungguh tidak masuk surga daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih berhak untuk memanggangnya hingga hancur" (Hr. Tirmidzi, Al Hakim dan Al Thabrani)

2. Dengan cara jujur, adil dan tidak dzalim

Dalam bekerja hendaknya senantiasa jujur dan berakhlakul karimah. Menjauhi hal yang tercela seperti bergunjing, menjegal rekan kerja, menjilat atasan, menginjak bawahan, menerima suap, melakukan korupsi atau mengambil milik orang lain yang bisa merusak nilai ibadah dari aktivitas bekerja.

3. Dengan profesional dan bertanggung jawab

Yang dimaksud dengan profesional dalam bekerja adalah merasa memiliki tanggungjawab atas pekerjaan, memperhatikan dengan baik urusannya, dan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan.

4. Dengan tulus dan ikhlas

Salah satu syarat ibadah diterima Allah SWT adalah ikhlas. Demikian pula dalam bekerja harus dilakukan dengan ikhlas. Segala sesuatu yang dilakukan dengan mengeluh dan penuh keterpaksaan tidak akan bernilai ibadah. Jadi bila kita bekerja namun lebih sering terpaksa, mengeluh bahkan mencaci perusahaan tempat kita bekerja maka jangan berharap akan mendapat pahala. Meski gaji utuh dan besar tetapi pahala dan keberkahan rezeki akan menjauh dari kita.

5. Dengan tetap mementingkan aturan agama

Nilai ibadah dalam pekerjaan akan lebih sempurna jika kita senantiasa berdzikir kepada Allah (menghadirkanNya dalam setiap amal kita), mengerjakan shalat lima waktu, dan menunaikan zakat. Tidak berguna suatu pekerjaan, sebesar apapun penghasilan yang diraih dan tak akan bernilai ibadah kepada Allah jika kita tidak menghadirkan Allah dalam setiap kerja kita, lalai terhadap kewajiban shalat lima waktu, apalagi sampai tidak mengeluarkan zakat profesi dari penghasilan kita selama 1 tahun.

Paradigma keuntungan dalam bekerja:

1. Bila jadi amal kebaikan

Bekerja menjadi keuntungan bagi kita apabila pekerjaan itu dapat tercatat sebagai amal kebaikan di dunia dan di akhirat.

2. Bila jadi ilmu

Bekerja menjadi keuntungan bagi kita apabila pekerjaan itu menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan kualitas diri kita.

3. Bila bermanfaat

Bekerja menjadi keuntungan bagi kita apabila pekerjaan itu memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

4. Bila menambah silaturahmi

Bekerja menjadi keuntungan bagi kita apabila pekerjaan itu semakin banyak bersilaturahmi dengan orang.

5. Bila menguntungkan orang lain

Bekerja menjadi keuntungan bagi kita apabila pekerjaan itu ternyata menghasilkan keuntungan bagi orang lain.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan wisata ke sentra penjualan kulit di jl. Ahmad Yani Garut.

Foto-foto kegiatan Bimtek Produktivitas






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Daftar Software Terbitan LPK Famikom


1. Sistem Informasi Manajemen Kursus dan Pelatihan (SIMKP) Versi 1.6
2. Sistem Informasi Manajemen Kursus dan Pelatihan (SIMKP) Versi 1.4
3. Agen Air Minum Galon
4. Klinik dan Apotik
5. Aplikasi Bisnis Toko (kerjasama dengan PT Elex Media Komputindo)
6. Aplikasi Bisnis Resto Cafe (kerjasama dengan PT Elex Media Komputindo)
7. Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Versi 1.4 (kerjasama dengan PT Elex Media Komputindo)
8. Aplikasi Bengkel dan Penjualan Sparepart (kerjasama dengan PT Elex Media Komputindo)
9. Aplikasi Perpustakaan
10. Toko Konsep Minimarket edisi Pro
11. Toko Konsep Minimarket edisi Khusus
12. Komputer Akuntansi
13. Administrasi Penggajian
14. Penjualan Model Cash n Carry
15. Koperasi Konsep Administrasi Bank
16. Bengkel dan Penjualan Sparepart
17. Pabrik Sepatu
18. Registrasi Event Organizer
19. Toko Sparepart Mesin
20. Toko Besi dan Bahan Bangunan
21. Pujasera v 1.6
22. Ongkos kirim JNE
23. Toko Perlengkapan Digital
24. Aplikasi Pujasera Versi 1.7
25. Aplikasi Distribusi Barang
26. Aplikasi Distribusi Kacamata/Optik
27. Aplikasi Bengkel dan Penjualan Sparepart Versi 1.7
28. Aplikasi Pembelian versi1.7
29. Aplikasi Perpustakaan Versi 1.7

Copyright © LPK Famikom

Sponsored By: Fast Loading TemplDesigned By: Habib