SEJARAH DAN PERKEMBANGAN LEMBAGA


LPK Famikom berdiri pada tahun 2002 di Jatinangor kabupaten Sumedang, berarti sudah berkiprah 18 tahun di bidang pelatihan kerja. Usaha dirintis suami-istri dari nol.

Diawali adanya keprihatinan salah satu pendiri lembaga, ibu Selawati melihat suami (pak Taswin) pengangguran karena terkena PKH massal tahun 2000 dari bank swasta nasional di Bandung, Bank Jaya International sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berinisiatif merintis kursus bahasa Inggris di Jatinangor dengan nama lembaga Family English Course (FEC). Sementara itu Pak Taswin berusaha mencari kerja kesana kemari namun ternyata tidaklah mudah mendapatkan pekerjaan ditambah usia waktu itu sudah 33 tahun akhirnya setelah 2 tahun mengganggur kemudian memutuskan untuk mengikuti jejak istri dengan merintis usaha lembaga pendidikan dengan nama lembaga pendidikan dan keterampilan profesional Famikom, disingkat LPKP Famikom pada tanggal 23 Oktober 2002. Modal awal pendirian lembaga diperoleh dari pinjaman Bank BTN Bandung sebesar Rp 15 juta dengan jaminan rumah di Panorama Jatinangor yang sekarang ditempati. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan komputer Pentium 4 sebanyak 5 unit dan mengontrak ruangan di Jatinangor berukuran 4 x 7 meter yang hanya menampung 5 orang siswa.

Pada tahun 2006 pindah kontrakan ke tempat yang lebih luas masih di Jatinangor, daya tampung 10 orang siswa dan satu tempat dengan lembaga bahasa Inggris FEC (kini namanya LKP FEC).

Pada tahun 2009 atau 3 tahun kemudian nama lembaga berubah mengikuti peraturan pemerintah dengan nama lembaga pelatihan kerja Famikom, disingkat LPK Famikom bersamaan dengan itu kemudian mendirikan divisi usaha software. Berkat keahlian pak Taswin dalam bidang komputer menciptakanlah 4 software UKM (Usaha Kecil Menengah) yaitu software toko, koperasi, akuntansi, administrasi penggajian dengan brand LPK Famikom sebagai penerbit dan pa Taswin sebagai pengarang. Untuk mendongkrak penjualan dilakukan kerjasama pemasaran dengan toko buku Gunung Agung dan toko buku Gramedia. Dari usaha ini menjadi tonggak sejarah perkembangan lembaga yang cukup baik hingga akhirnya mampu membeli rumah di jalan raya Jatinangor nomor 297 yang dijadikan kantor LPK Famikom dan FEC. Tepat pada tanggal 09-09-2009 dilaksanakan akad kredit pinjaman KPR dengan bank BTN dengan plafond pinjaman Rp 100 juta untuk jangka waktu pinjaman 10 tahun.

Pada tahun 2012 atau 3 tahun kemudian pinjaman ke bank BTN dilunasi. Dengan lunasnya pinjaman, lembaga lebih fokus pada pengembangan usaha seperti peningkatan produksi software, pemasaran pelatihan, pemasaran software, renovasi gedung, perbaikan sarana komputer yang lebih baik dan sesuai tuntutan zaman.

Pada tahun 2017 lembaga melakukan renovasi gedung menjadi 2 lantai lagi-lagi dengan pinjaman bank, China Construction Bank (CCB) cabang Bandung sebesar Rp 160 juta untuk jangka waktu 5 tahun.

Pada tahun 2019 atau 2 tahun kemudian pinjaman bank CCB dilunasi, hingga sekarang peralatan komputer yang dimiliki pun sudah bertambah menjadi 22 unit komputer dengan teknologi terkini Dual Core - Core i3 yang mencukupi untuk kebutuhan pelatihan komputer. Di samping itu, produksi software bertambah seiring dengan pesanan perorangan dan perusahaan hingga 70 jenis software meliputi software distribusi, penjualan, pabrik sepatu, bengkel, resto cafe, pujasera dan lain-lain. Software unggulan seperti software toko, resto cafe, bengkel, pujasera sudah dipasarkan di toko online Bukalapak dan Tokopedia.

Sampai posisi 30 April 2020, jumlah siswa tercatat 803 orang, jumlah pengguna software mencapai 7019 orang tersebar di seluruh Indonesia.

Berikut adalah software unggulan buatan LPK Famikom


0 komentar: